PERANG ARMAGEDDON

 

ARTI NAMA.

 

“Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.” (Wahyu 16:16).

Armageddon, berasal dari bahasa Ibrani Ar-Ma-Ged-Don, yang artinya “Puncak dari Megido”. Sedang arti Megido adalah “Tempat Pemusatan Bala Tentara”. Jadi, arti Armageddon adalah “Puncak dari Pemusatan Bala Tentara”. Berarti, Armageddon punya tiga arti yang saling berkaitan.

Pertama, berbicara tentang tempat atau lokasi, yatu di Megido. Kedua, Armageddon juga berarti situasi kondisi (sikon). Ketiga, yang mirip dan berkaitan dengan yang kedua tadi, yaitu peristiwa, yang dinubuatkan akan terjadi di ujung Akhir Zaman.

Jadi, dengan kata lain, arti yang tersirat di balik nama Armageddon adalah : Perang besar-besaran yang akan terjadi di Ujung Akhir Zaman, yang melibatkan banyak negara / bangsa dalam rangka menghabisi Israel, di mana pemusatan pasukan itu akan terjadi di Megido.

Pemusatan Bala Tentara dari banyak negara dan bangsa merupakan suatu peristiwa yang luar biasa dan menimbulkan situasi-kondisi (sikon) yang menegangkan, khususnya / terutama bagi bangsa Israel.

 

SEJARAH DAN LETAK MEGIDO.

Dulu kala, Megido adalah sebuah kerajaan kecil di tanah Kanaan. Nama Megido adalah nama raja / kerajaan dan juga nama kota, bukit, serta lembah.

Ketika bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua memasuki Tanah Perjanjian, mereka menaklukkan 31 raja / kerajaan. Salah satunya adalah Megido (Yosua 12:7-24). Dalam pembagian wilayah dari suku-suku Israel, Megido akhirnya menjadi milik bani Manasye, dari suku / keturunan Yusuf (Yosua 17:11).

Sejarah terus berjalan. Orang Megido akhirnya dijadikan pekerja rodi oleh suku Manasye (Hak. 1:17).

Thothmes III adalah seorang peneliti kerajaan-kerajaan kuno. Ia berkata : “Megido adalah seharga ribuan kota.” Lembah Megido juga disebut lembah Yosafat. “Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, oleh karena mereka membuang undi mengenai umat-Ku, menyerahkan seorang anak laki-laki karena seorang sundal, dan menjual seorang anak perempuan karena anggur untuk diminum.” (Yoel 3:1-3).

Secara harfiah, arti Yosafat adalah : yang dihukum oleh Yehova ! Secara geografis, Megido terletak (±) 10 km di selatan gunung Karmel, 15 km di sebelah timur Laut Tengah dan 50 km di utara kota Yerusalem. Sisa-sisa / reruntuhan kota Megido masih ada sampai hari ini, walau sudah ribuan tahun berlalu !

 

AWAL BENCANA.

Karena kamu telah berkata: “Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,” (Yesaya 28:15).

Di ujung Akhir Zaman, kita tahu kapan tepatnya akan terjadi, mungkin di awal atau bulan muda tahun 2014, para pemimpin Israel akan dipaksa untuk mau duduk di meja perundingan dengan Palestina. Hampir semua butir-butir keputusan dari Perjanjian Damai itu lebih menguntungkan pihak Palestina.

Masalah Israel dengan Palestina yang terutama adalah batas wilayah negara. Palestina misalnya, menuntut bahwa Yerusalem timur menjadi ibukota mereka. Lalu batas kekuasaan atas laut di tepi barat negara. Juga penguasaan sumber air, seperti danau Galilea dan sungai Yordan. Kemudian bahan mineral yang terdapat dalam kandungan air asin dari (danau) Laut Mati, yang kini dikelola secara damai antara Israel di sisi barat dan Yordania di sisi timur. Berikutnya adalah Kota Tua Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan, dll.

Menurut hasil survey atau jajak pendapat, 52% rakyat Israel lebih condong taat kepada Obama. Hanya 47% masih mau dengar PM mereka, Benyamin “Bibi” Netanyahu. Sedang 1%nya abstain.

Di samping itu, satu-satunya pendukung Israel, yaitu Amerika Serikat, sudah berbalik arah. Sedangkan Eropa dan Uni Eropa (27 Negara) sudah lebih dahulu telah menyatakan, bahwa mereka tidak mendukung Israel.

Artinya, Israel di masa itu hanya berdiri seorang diri. Just alone ! Dengan kata lain, tekanan politik bagi para pemimpin Israel amat berat. Akhirnya, mereka “terpaksa” menutupi dengan dusta, atau yang sering disebut dengan pembohongan publik.

Itulah awal dari bencana. Karena tidak bersandar pada perlindungan Allah, tapi lebih memilih berlindung di balik Perjanjian Damai.

Namun suatu hari nanti, Israel akan dikhianati ! Perjanjian Damai yang sudah cukup memberatkan bangsa Israel itu dilanggar secara sepihak dan semena-mena.

Kita tidak tahu apa sebenarnya yang telah dirundingkan di balik layar, atau di kantor / ruang tertutup antara Antikris dengan pihak pemimpin Palestina. Namun yang tampil di permukaan, Perjanjian Damai itu dilanggar.

Akibatnya, Israel marah besar ! Israel mengamuk ! Israel lalu mengadakan serangan balasan secara lebih besar dan dengan kekuatan senjata mutakhir. Hal ini membuat banyak bangsa di dunia marah.

Hingga dengan mudah Antikris berhasil mengkoordinir banyak negara untuk mengepung dan “menghukum” Israel

“Perjanjianmu dengan maut itu akan ditiadakan, dan persetujuanmu dengan dunia orang mati itu tidak akan tetap berlaku; apabila cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kamu akan hancur diinjak-injak. Seberapa kali ia datang, ia akan menyeret kamu, sebab pagi demi pagi ia akan datang, pada waktu siang dan pada waktu malam; maka adalah semata-mata kengerian untuk mengerti firman yang didengar itu.” (Yesaya 28:18,19).

 

LEGITIMASI DARI PBB.

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Organization (UNO) akan memberikan izin kepada tokoh dunia saat itu (Antikris) untuk memberikan hukuman kepada Israel. Sekian lama, Israel yang dinilai banyak bangsa / negara berlaku arogan terhadap Palestina, harus segera dihukum.

Selama ini hanya tinggal Amerika Serikat (USA) yang mendukung Israel. Namun suatu saat, di Ujung Akhir Zaman, Amerika Serikat akan dan pasti berbalik mempersulit dan menekan Israel. Dengan berubah / berbaliknya USA, Israel tak punya pendukung lagi.

Legitimasi penyerbuan terhadap Israel akan didapat dari Sidang Pleno dan Sidang Dewan Keamanan PBB. Hal itu akan mirip dengan penyerbuan USA dkk / sekutu terhadap Irak karena penyerbuannya terhadap Kuwait. Akan datang harinya, legitimasi dari PBB akan mengesahkan rencana penyerbuan terhadap Israel. Apabila selama ini hal itu belum terjadi, jawabannya hanyalah satu : Karena belum tiba waktunya Tuhan.

Namun bila waktu Tuhan telah tiba, hal itu tak akan dapat dicegah lagi !

Sekjen (Sekretaris Jendral) atau Ketua Dewan Keamanan PBB akan mengumumkan / menawarkan, siapa yang mau menjadi sukarelawan untuk bersama-sama menyerbu dan menghukum Israel. Berpuluh-puluh negara / bangsa segera mendaftarkan diri, di bawah komando Antikris dan di bawah pengaruh dan dorongan dari Nabi Palsu.

Adapun Nabi Palsu adalah tokoh yang dipasang Iblis / Lucifer untuk mendampingi dan menolong Antikris. Hal itu sama dengan Allah Bapa mengutus Roh Kudus untuk mendukung Yesus Kristus.

Keputusan Dewan Keamanan / Sidang Pleno PBB disiarkan dan dipancarkan ke seluruh penjuru dunia. Banyak bangsa akan mengirim prajuritnya, atau membuka pendaftaran sukarela bagi rakyatnya, siapa yang mau jadi sukarelawan untuk menghukum Israel. Ratusan ribu prajurit dan sukarelawan akan berangkat untuk menghabisi Zionis Israel !

 

RUNTUHNYA ISRAEL.

“Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu. Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.” (Zakharia 14:1,2).

Seorang tokoh genius yang sebenarnya adalah Antikris, berhasil mengkoordinir banyak negara / bangsa untuk mengepung, menyerang dan meruntuhkan Israel.

Antikris yang telah diangkat jadi “Pemimpin Dunia”, keberhasilannya dalam memonopoli bidang ekonomi dan keuangan serta kebencian / kejengkelan banyak bangsa terhadap Israel, semuanya itu telah membuat banyak bangsa / negara bergerak maju di bawah komando Antikris, untuk hencurkan para Zionis, keturunan langsung nabi Abraham.

Lebih dari semuanya, program Tuhanlah yang memang mencapai tahap akhir dari kalender kerja-Nya, yang juga merupakan saat-saat terakhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya !

Runtuhnya atau kekalahan Israel adalah merupakan hukuman terakhir karena penolakan mereka terhadap sang Mesias yang sejati, Yesus Kristus dan menerima / mempercayai Mesias Palsu, yaitu, Antikris.

Namun sisa Israel akan selamat dan bersembunyi di tempat rahasia (ruang bawah tanah) di kota Yerusalem dan di gunung Petra / daerah padang gurun yang saat ini berada dalam wilayah Yordania. Dalam Alkitab, wilayah Yordania sekarang adalah wilayah Amon dan Moab. Di sana mereka akan meratap, menangis dan memanjatkan doa : “Mesias … Mesias … datanglah.”

 

SUNGAI EFRAT MENJADI KERING.

 “Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.” (Wahyu 16:12).

Untuk ukuran Indonesia, anda dan saya akan terhenyak waktu mendengar ada sebuah sungai besar, tiba-tiba menjadi kering. Untuk ukuran Jawa Timur misalnya : Sungai Brantas, entah bagaimana menjadi kering. Berita itu akan menggemparkan. Ribuan orang mungkin akan berbondong-bondong datang ke tepi sungai untuk melihat-lihat.

Bahkan yang lain mungkin masuk ke tengah-tengah sungai. Bagi Jawa Tengah : Sungai Bengawan Solo kering ! Bagi Jawa Barat : Sungai Citarum tiba-tiba kering. Sedangkan bagi Kalimantan sungai Mahakam atau Kapuas ! Begitu pula mereka yang hidup di daerah sana. Berita keringnya sungai Efrat sangat menggemparkan !

“TUHAN akan mengeringkan teluk Mesir dengan nafas-Nya yang menghanguskan, serta mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat dan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut.” (Yesaya 11:15).

Dalam ayat ini diberikan penjelasan lebih rinci. Yaitu sungai Efrat dipecah menjadi tujuh, sehingga orang dapat lewat di tengah-tengah sungai Efrat dengan berkasut. Artinya, walau tanpa perahu, sepatu / sandal pun tak perlu kuatir jadi basah di dasar sungai Efrat !

Menurut Alkitab, ada sebuah sungai yang bersumber dari Taman Eden, kemudian bercabang jadi empat sungai, yaitu Pison, Gihon, Tigris dan Efrat (Kejadian 2:10-14). Jadi, secara geografis letak sungai Efrat berada di Irak, memanjang ke Siria bagian utara menuju ke arah Eropa dan membelok ke utara, di sebelah timur dari Turki.

Kitab Wahyu mengatakan bahwa keringnya sungai Efrat itu akan menjadi jalan bagi pasukan “raja-raja dari timur.” (Wahyu 16:12).

 

KAPAN DAN BERAPA LAMA ?

“Seribu dua ratus enam puluh hari.” (Wahyu 11:1-6).

Yang pertama, seperti telah dijelaskan sebelumnya, adalah keputusan yang diambil oleh PBB (UNO), terutama oleh Dewan Keamanan (DK) badan dunia internasional itu.

Yang kedua adalah masa persiapan berbagai negara untuk kemudian mulai bergerak menuju Megido di Israel.

Tempat itu memang cukup untuk bisa menampung ratusan ribu bahkan jutaan prajurit dari berbagai bangsa. Sedang yang ketiga adalah, berapa lama masa peperangan itu akan berlangsung (dalam hitungan sekian minggu atau sekian bulan).

Dihitung dari hari di mana keputusan DK PBB diambil sampai Israel ditaklukkan atau sampai Yerusalem diambil alih, kita tidak tahu akan berlangsung selama berapa bulan.

Namun yang sudah pasti dapat diketahui adalah : Masa dari bangsa-bangsa penyerbu itu berkuasa atas Yerusalem / Israel adalah hari-hari terakhir, atau minggu-minggu terakhir menjelang berakhirnya masa kekuasaan Antikris yang 3½ tahun atau 42 bulan, atau 1260 hari. Dan yang terpenting adalah : Di ujung (pada akhir) dari 1260 hari itu, Tuhan Yesus datang pada kali kedua (Prediksi akan terjadi pada : Th. 2016 / 2017).

 

TANPA MENAMBAH DAN MENGURANGI.

Memang tepatnya kapan Tuhan Yesus datang (hari dan jamnya) pada kali kedua, tidak ada seorangpun yang tahu (Matius 24:26 ; Markus 13:32). Namun, tanpa berani menambah dan sekaligus juga tidak mau mengurangi (Ul. 4:2 ; Why. 22:18,19), kami merasa wajib menyampaikan kepada anda sekalian, bahwa bila Israel ditaklukkan dan Yerusalem diduduki oleh banyak bangsa, hal itu hanya dapat terjadi dalam pimpinan dan kekuasaan Antikris.

Lalu, masa kekuasaannya pun sudah ditentukan (42 bulan / 1260 hari). Jadi, berdasar nubuat Alkitabiah, kedatangan Tuhan Yesus sudah dapat dimengerti / diperkirakan. Kapan? Yaitu, pada saat masa 1260 hari itu berakhir !

“Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 22:10).

Dengan kata lain begini. Firman yang diucapkan Tuhan Yesus itu adalah benar (Matius 24:36 ; Yohanes 17:17).

Namun, rahasia yang dimaksud oleh Tuhan Yesus itu (Matius 24:36 & Markus 13:32) sudah dibuka meterainya pada saat Yerusalem jatuh ke tangan banyak bangsa di bawah komando Antikris !

Berarti, pada saat Israel runtuh, Yerusalem diambil alih dan Antikris menduduki Bait Allah (Bait Allah ketiga yang dibangun di ujung Akhir Zaman), rahasia dari Matius 24:36 / Markus 13:32 bukan lagi rahasia !

 

DUA UTUSAN KHUSUS.

Penginjilan terhadap bangsa-bangsa lain (selain Israel) telah selesai menjelang Antikris berkuasa penuh. Tak lagi ada penginjilan, kecuali khusus untuk bangsa Israel, yang dilakukan oleh kedua utusan khusus (Wahyu 11:1-6). Tafsir kami, mereka Musa & Elia.

Jemaat Kristus yang terpilih sudah mengalami Rapture / pengangkatan sebelum Antikris berkuasa penuh, atau sebelum Israel runtuh. Akan tetapi saudaraku, apabila anda dan saya masih ada pada saat Antikris menyatakan dirinya sebagai ‘allah’ dalam Bait Allah, hal itu berarti kita sudah terlambat !

Sebagian meyakini Rapture terjadi sebelum  7 tahun sengsara dimulai. Sebagian lagi berpendapat, 3½ tahun sebelumnya (Pre dan Mid). Kami tidak bermaksud membahas perbedaan itu di sini. Tapi pertemuan di udara yang fantastis dan luar biasa akan menjadi sebuah kenyataan yang indah (1 Tes. 4:16,17). Namun kami yakin, sebelum Antikris berkuasa penuh (sebelum taklukan Yerusalem), Rapture sudah terjadi. Dasarnya

“Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.” (2 Tesalonika 2:6-8).

 

KAPANKAH HAL ITU AKAN TERJADI ?

“Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.” (Daniel 9:27).

Raja itu – Antikris – akan bikin ulah pada pertengahan dari masa perjanjian yang disepakati bersama, yaitu setelah Perjanjian Damai tersebut berjalan mendekati / memasuki habisnya masa kekuasaan Antikris yang penuh, yaitu 3½ tahun, atau 42 bulan, atau tepatnya 1.260 hari.

Jadi ketika Perjanjian Damai Palestina – Israel ditandatangani, maka 1.260 hari berikutnya (3½ th), habislah masa kekuasaan Antikris dan Tuhan Yesus akan datang !

Pengepungan prajurit dari banyak negara yang disusul dengan penyerbuan besar-besaran, akan membuat Israel dikalahkan dan dihancurkan. Tapi tidak seluruh bangsa Israel akan berhasil dimusnakan. Sisanya akan berlindung di terowongan-terowongan rahasia di bawah tanah kota Yerusalem dan di Yordan.

Lalu intervensi Allah di bawah pemimpinnya, Yesus Kristus, akan membuat sikonnya berbalik total. Antikris dkk akan jadi pecundang ! Saudaraku, para pembaca Integrity yang setiawan. Itulah akhir dari Perang Armageddon, yang sekaligus adalah akhir dari zaman ini. Ujung dari ujung Akhir Zaman.

“Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.” (Wahyu 19:19-21).

 

INTERVENSI TUHAN !

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda, Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta.” (Zakh. 12:2-4).

Apabila dilihat dari Iptek yang telah dicapai di ujung Akhir Zaman, maka makna dari ayat tersebut adalah pada masa itu (Perang Armageddon), akan terjadi kekacauan dan kekalut-an sistem komputer dari alat-alat perang canggih yang dikerahkan.

Akan terjadi korsluiting atau penyimpangan arus listrik, sehingga lampu-lampu (“mata kuda”) menjadi padam ! Hal itu membuat para pengemudi dari Tank dan Panser canggih itu jadi “gila” (stress dan depresi berat, hingga frustasi). Akibatnya, kekacauan akan terjadi secara luar biasa.

Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.” (Zakharia 14:1-5).

Israel akan dikalahkan dan sisanya melarikan diri. Kemudian (sesudah itu) Tuhan Yesus sendiri akan datang untuk memimpin secara langsung “Intervensi Allah”, guna menolong sisa-sisa Israel.

Sekaligus hal itu merupakan hari kedatangan-Nya untuk kali yang kedua. Bukit Zaitun akan terbelah menjadi dua. Sumber mata air akan muncul ke permukaan, tepat di depan Bait Allah di Yerusalem. Gempa bumi akan terjadi, gunung-gunung akan runtuh, sehingga bukit Zion akan menjulang tinggi.

Gunung Himalaya tidak lagi ada. Gunung Himalaya yang dikatakan orang selama ini sebagai gunung tertinggi di dunia, akan tinggal kenangan saja.

“Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka. Maka pada waktu itu akan terjadi kegemparan besar dari pada TUHAN di antara mereka, sehingga masing-masing memegang tangan temannya dan mengangkat tangannya melawan tangan temannya.” (Zakh. 14:12,13).

Rupanya, ada semacam kuasa yang memancarkan dari Tuhan. Kuasa itu mirip radiasi akibat ledakan Bom Atom, Bom Nuklir atau Bom Hidrogen. Daging jadi busuk kena radiasi Nuklir itu. Juga mata dan lidah jadi busuk ! Itulah kemungkinan pertama. Yaitu, adanya kekuatan supra natural dari Tuhan.

Namun kemungkinan kedua adalah, secara analogi yang bukan supra natural, tapi secara manusiawi. Begini.

Sejak tahun ’80 an, Israel telah memiliki . mempunyai kemampuan untuk membuat dan meledakkan Bom Nuklir. Saat Perang Yom Kippur, mereka sudah ‘tergoda’ untuk memakainya. Namun ketika mereka berhasil memukul mundur para penyerbu, Perdana Menteri Israel masa itu Golda Meir (wanita) telah membatalkan pemakaian Bom Nuklir.

Sedang dalam Perang Armageddon, rupanya keragu-raguan tentang hal itu terulang kembali. Namun ketika kekalahan ternyata tidak dapat dielakkan, maka dari tempat persembunyiannya, para ahli Nuklir Israel akhirnya meledakkan Bom Nuklir / Bom Hidrogen !

Kekalutan dan kekacauan makin menjadi, lalu mereka saling membunuh satu dengan yang lainnya. Perang Armageddon diakhiri dengan intervensi Allah dan kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Dalam perang Armageddon atau Perang Dunia III Babak Terakhir, Tuhan akan menyelamatkan sisa-sisa Israel.

Mereka akan menerima dan menjumpai Sang Mesias, pada kedatangan-Nya yang ke-dua, walau sebagian besar Israel telah menolak Dia, pada saat kedatangan-Nya yang pertama 2000 tahun yang lalu.

Armageddon adalah Pemusatan Bala Tentara berbagai bangsa di Megido dan berakhir dengan malapetaka.

Tapi itulah Nubuat Alkitab, yang pasti akan terjadi, apabila sudah waktunya. Orang boleh percaya atau tidak, setuju ataupun tidak, tapi nubuat itu akan tetap (= pasti) datang tanpa kompromi.

 

NASEHAT FIRMAN TUHAN.

 

‘Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” (Wahyu 3:3).

Dan inilah hasilnya, bagi orang (anda dan saya) yang mau mentaati Firman-Nya :

“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” (Wahyu 3:10,11).

Kemudian, sebagai renungan dan tekad kita :

“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Ku-hajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:19,20).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>