KALAU LANGIT MENJADI TEMBAGA

 

Pada masa itu – tahun  90 an – ada beberapa pusat kegerakan rohani di dunia. Salah satu yang terkenal ialah di Toronto, Kanada. Yang kedua ialah di Pensacola, Amerika Serikat — dan masih ada banyak lagi, seperti di Nigeria, Amerika Selatan dll. John Kilpatrick adalah Gembala Sidang dari gereja Brownsville Assembly of God di Pensacola, di mana terjadi kegerakan sejak bulan Juni 1995. Artikel berikut ini akan men­jelaskan apa yang terjadi di sana, Pdt. Gideon Sucahyo, S.Th.

 

 

Para pengusaha besar dengan mengenakan jas yang mahal berlu­tut dan menangis tak terkendali, se­mentara mereka bertobat dari dosa-­dosa rahasia mereka. Para pecandu obat narkotik dan para pelacur jatuh tersungkur di lantai di sebelah me­reka, sementara mereka mengaku Yesus sebagai Tuhan untuk pertama kali dalam hidup mereka.

Para wa­nita tua yang biasanya selalu menja­ga sopan santun dan ibu-ibu muda, menari dengan tidak malu-malu di hadapan Tuhan dengan penuh su­kacita. Mereka telah diampuni.

Anak-anak muda secara ajaib men­dapat penglihatan tentang Yesus, muka mereka menggambarkan ke­sukaan sorgawi, dengan diapit oleh dua lengan kurus yang terangkat ke atas.

Saya melihat pemandangan se­perti ini terulang minggu lewat minggu, dan kebaktian demi kebak­tian. Setiap kali, saya sadar sepenuhnya bahwa itu adalah buah dari pergumulan doa saya selama tujuh tahun dan dua setengah tahun doa syafaat oleh jemaat yang saya gem­balakan di Brownsville Assembly of God di Pensacola, Florida, USA.

Jiwa-jiwa yang datang kepada Kristus, orang-orang yang bertobat dan mengaku dosa, pernikahan-per­nikahan yang dipulihkan, dan begitu banyak orang yang dimerdekakan dari ikatan yang sejak lama mem­belenggu mereka. Ini adalah tan­da-tanda dari kebangunan rohani dan perwujudan dari kemuliaan Allah. Tidak, saya tidak berbicara tentang kebangunan rohani yang hanya terjadi pada suatu hari Ming­gu, atau selama satu minggu, satu bulan, atau bahkan satu tahun!

Pada saat artikel ini ditulis, “Kebangunan Rohani Brownsville” telah berjalan, tanpa terputus, sejak tanggal 18 Juni 1995 sampai sekarang! Bagaimana itu bisa terjadi? Hanya Allah yang tahu. Mengapa itu bisa terjadi?

Per­tama, sebab ini adalah kesenangan Allah, dan kedua, barangkali sebab tanah hati kami telah dipersiapkan dengan doa jauh sebelum keba­ngunan rohani turun atas kami se­cara tiba-tiba.

Pada hari Minggu pagi yang ber­sejarah di bulan Juni 1995 itu, kea­daan sangat normal dan biasa-biasa raja. Saya terjadwal untuk melayani, tetapi saya merasa lelah.

Saya masih sedang menyesuaikan diri dengan meninggalnya ibu saya belum lama ini dan kerinduan saya yang sudah bertahun-tahun untuk kebangunan rohani di gereja kami pada pagi itu kelihatannya masih begitu jauh.

Ma­ka saya minta teman saya, Ev. Steve Hill, untuk mengisi menggantikan saya. Meski pun ia sebenarnya dijad­walkan untuk berbicara di kebak­tian sore, tetapi ia setuju untuk ber­khotbah pagi itu. Saat itu kami tidak tahu, bahwa sebenarnya Tuhan su­dah merencanakan segalanya secara mendetail.

Kebaktian berjalan dengan biasa (pemim-pin pujian kami, Lindell Cooke sedang mengadakan perja­lanan pelayanan di Ukraina, Rusia), dan khotbah Sdr. Hill kelihatannya juga tidak membangkitkan suatu le­tupan.

Lalu ia memberikan pang­gilan maju ke de-pan (altar call) dan tiba-tiba Allah melawat jemaat kami dengan cara yang belum pernah kami alami sebelumnya.

Seribu orang maju ke depan untuk berdoa, setelah khotbah selesai. Itu hampir separuh dari jemaat kami. Kami belum sadar saat itu, tetapi itulah permulaan dari suatu perubahan yang terjadi dalam jemaat kami yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya.

Kami menjaga jangan sampai kami menghalangi gerakan Allah yang sehebat itu, maka kebaktian kami lanjutkan setiap hari. Kami harus menyesuaikan diri dalam banyak hal. Selama bulan pertama dari kebangunan rohani, ratusan orang maju ke depan untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Sampai pada bulan keenam, sudah ribuan orang yang memberi respons terha­dap altar call. Pada saat kami men­capai dua belas bulan, 30.000 orang telah maju ke depan untuk bertobat dan menerima Yesus dalam hidup mereka.

Pada saat saya menulis buku ini, sudah 21 bulan dan 470 kebaktian, di mana lebih dari 100.000 orang menyerahkan hidupnya kepada Tu­han dalam kebaktian-kebaktian ini — ­yang kalau dihitung hanya sebagian kecil dari 1,6 juta pengunjung yang telah datang dari setiap sudut dunia untuk minum air kesegaran Allah.

Koran-koran lokal cepat sekali me­nulis tulisan-tulisan yang menunjang yang mereka sebut ”Pencurahan Brownsville”, dan majalah-majalah Kristen nasional juga mengikuti.

Hampir setiap bulan, pesawat­-pesawat carteran penuh dengan orang datang menghadiri kebangun­an rohani kami, dari Inggris, Kana­da, Norwegia, Jerman, Jepang, Ko­rea, Skotlandia, Selandia Baru, Aus­tralia, Finlandia, dan negara-negara lain yang tak terhitung jumlahnya — ­mereka mendarat di Bandara Pen­sacola. Banyak dari orang-orang ini datang ke Pensacola sebab gereja­-gereja di negaranya mengumpulkan uang untuk mengirim perwakilan ke Brownsville, berharap bahwa mere­ka akan membawa api kebangunan rohani kembali ke negara asal me­reka.

 

SEBELUM DAN SESUDAHNYA

 

Sebelum terjadi kebangunan ro­hani gereja kami telah tumbuh sam­pai mempunyai 2.000 anggota. Ka­mi sangat mementingkan mengenal firman Allah dan hidup kudus.

Se­buah program televisi dan semua bentuk pelayanan yang lazim ber­fungsi dengan baik di jemaat kami. Ini kedengarannya indah, tetapi sa­ya masih belum puas. Saya mempunyai kerinduan yang dalam untuk mengalami lebih banyak lagi dari hadirat Allah dan kuasa-Nya. Di dae­rah ini masih ada begitu banyak orang belum mengenal Yesus, dan sebagai seorang gembala hati saya masih begitu terbeban dengan ba­nyak jiwa di jemaat kami yang masih terikat dan terbelenggu oleh si musuh.

Kerinduan untuk mengalami yang lebih dalam ini yang memba­wa saya memasuki suatu perjalanan doa selama tujuh tahun sebelum kegerakan turun pada bulan Juni 1995.

Pada masa pergumulan, Tuhan mulai mengajar saya melalui Firman-Nya tentang sifat doa, dan mengapa “langit menjadi tembaga.” Tentu banyak juga dari doa-doa kami yang terjawab selama itu, tetapi kadang-kadang saya harus mengakui bahwa langit kelihatannya menjadi tembaga yang tak tertembusi.

Dalam hati saya yang terdalam ada rasa lapar akan Allah, akan lebih banyak dari hadirat-Nya, yang hanya da-pat dipuaskan dengan se­buah pesta api.

Sejak langit terbuka dan kege­rakan datang, ribuan pendeta, para penginjil, dan pemimpin gereja yang datang berkunjung telah mengaku pada saya, bahwa mereka juga se­dang mengalami rasa lapar akan Allah yang begitu dahsyat dan me­reka juga merasakan dari waktu ke waktu perasaan frustrasi tentang “langit tembaga.” Saya yakin bahwa jawaban yang saya terima dan prak­tekkan selama ma-sa tujuh tahun berdoa itu adalah bagian dari ren­cana Allah untuk meletakkan sebuah dasar bagi terjadinya kegerakan be­sar.

Kegerakan tidak akan terjadi sebelum langit dirubah menjadi be­ning seperti hablur melalui perto­batan dan doa. Kegerakan tidak akan datang sebelum umat Allah mengizinkan diri mereka dirubah dan disiapkan melalui pengajaran dan doa yang tekun.

Bukti yang tak ter­sanggahkan dari kege-rakan yang se­jati adalah kesaksian dari orang-­orang yang hidupnya telah dirubah oleh kuasa Allah. Kisah-kisah mere­ka masuk setiap ming-gu dalam jum­lah yang sangat besar dalam bentuk e-mail, fax dan surat, dengan memba-wa cerita yang mengagumkan tentang mujizat yang mereka alami.

Seorang ibu melaporkan bahwa putranya yang tertua dan isterinya sekarang sudah lahir baru. Seorang ayah menulis tentang pertobat-an dari anaknya yang berumur sepuluh tahun. Seorang wanita muda men­ceriterakan dengan sukacita, bagai­mana dalam waktu satu bulan sete­lah menghadiri kebaktian-kebaktian kami, telah menerima Tuhan Yesus, dibaptis dan di-penuhi dengan Roh Kudus, dan disembuhkan dari se­buah penyakit infeksi kronis.

Se­orang usahawan terkenal menceritera-kan bagaimana ia dibebaskan oleh kuasa Allah dari pikiran yang tertekan, sebagai akibat dari pele­cehan sexual yang pernah dialami­nya semasa kecil.

Dari kolam baptisan dua orang lesbian mengaku Kristus sebagai Tuhan dan Juru Se-lamat, mereka membuang semua dosa-dosa mere­ka, dan minta ampun kepada anak yang telah mereka pungut bersama. Dua wanita yang telah diselamatkan dan dibebaskan ini segera pindah ke rumahnya sendiri-sendiri. Mereka adalah staf dari sebuah perusahaan yang besar di Pensacola dan sangat terkenal.

Sekarang mereka membe­ritakan Injil dari Tuhan mereka yang sudah bangkit dan kuasa-Nya yang sanggup untuk membebaskan. Ke­saksian-kesaksian mereka telah mempunyai pengaruh yang besar kepada orang-orang yang mengenal mereka.

Banyak laporan tentang kesem­buhan juga mengikuti kegerakan ini. Seorang pemuda yang mempunyai klep jantung bocor menceriterakan tentang kesembuhannya yang sempurna. Seorang wanita tua yang menderita karena salah satu te­linganya tidak mendengar selama lebih dari dua puluh tahun, sekarang bisa mendengar dengan jelas.

Se­orang wanita yang menderita Pyelonephritis (infeksi ginjal) dan ginjal kiri yang rusak sejak anak-anak, ja­tuh di bawah kuasa Allah. Semen­tara ia terbaring di atas karpet, ia merasa ada sesuatu yang bergetar di sisi kiri-nya. Waktu akhirnya ia bangkit berdiri, ia merasa nyerinya hilang — ini pengalaman perta-ma dalam beberapa tahun. la telah mengha-biskan uang $10.000,- hanya untuk resep-resep obat, belum terhitung rekening-rekening yang lain. Setelah ia menghadiri kebaktian kegerakan, ia pulang dalam keadaan sehat. la tidak lagi memerlukan obat-obat yang mahal untuk meringankan nyerinya dan melonggar-kan perna­fasannya.

Seorang ibu menulis surat kepa­da kami di mana ia mengaku bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri, tetapi entah bagaimana, ia dan suaminya sama-sama menghadiri kebaktian kegerakan, di mana mereka, maju ke depan bersama-sa­ma sambil mengaku dosa dan me­nyerahkan hidupnya kepada Yesus. “Belum pernah dalam hidupku saya mengalami sukacita seperti ini,” ia menulis, “saya terus memuji Tuhan dan berterima kasih kepada-Nya.”

 

KEGERAKAN INI MENJALAR

 

Begitu banyak hamba-hamba Tuhan yang datang ke kebaktian kegerakan kami sehingga kami me­mutuskan untuk mengadakan konferensi para gembala sidang setiap setengah tahunan. Hampir 680 hamba Tuhan hadir pada konferensi yang pertama, yang diadakan pada Nopember 1995, hanya lima bulan setelah ke-gerakan dimulai.

Konfe­rensi yang kedua diadakan pada bulan April 1996 dan dihadiri oleh 1.400 orang. Konferensi ketiga, yang diadakan pada bulan Nopember tahun itu juga, dibanjiri oleh 2.090 hamba-hamba Tuhan dari berbagai macam denominasi yang haus akan aliran Roh Kudus.

Setiap konferensi ini membantu kami me-wujudkan impian kami — yang saya percaya juga adalah impian Tuhan — yaitu para peserta membawa api kegerak­an ke jemaat mereka dan lingkung­an mereka masing-masing, yang me­nyebabkan kegerakan ini meledak tanpa bisa dibatasi oleh batas geo­grafis, batas denominasi maupun batas kenegaraan.

 

KALAU LANGIT MENJADI TEM­BAGA

 

Meskipun banyak yang sudah menerima berkat dari api kegerakan Allah, tetapi belum semuanya per­nah mencicipi pesta sorgawi dari Allah atau memasuki sungai Allah yang menyejukkan. Ada banyak yang dalam keadaan da­haga. Ada lagi yang menolak ge­rakan Allah ini, dan tidak mengakui bahwa ini berasal dari Allah, seperti yang juga terjadi pada banyak kege­rakan-kegerakan sebelumnya dalam sejarah. Dan banyak lagi yang kehi­langan pengharapan, bahwa api ke­gerakan ini akan melanda mereka juga. Meskipun api kegerakan sudah menjalar ke beberapa gereja dan kota, masih ada jauh lebih banyak yang masih bergumul di bawah la­ngit tembaga tanpa se-percik pun api kegerakan yang terlihat.

Saya tidak bisa meninggalkan begitu saja sau­dara-saudara ini, yang masih terhu­yung-huyung di bawah beban, yang saya pernah memikulnya. Pem­bicaraan tilpun yang menyayat hati, yang saya terima dari hamba-hamba Tuhan yang putus asa dari gereja-­gereja yang terus merosot, yang ti­dak mempunyai pengharapan lagi akan terjadi suatu pendobrakan, te­lah terukir dalam memori saya.

Mengapa api kegerakan menjalar ke be-berapa tempat, tetapi tidak melanda seluruh negeri atau seluruh dunia? Barangkali anda pun pernah menanyakan pertanyaan ini. Ba­rangkali kerinduan anda juga ada­lah datang-nya kegerakan rohani di keluarga anda, di pelayanan anda, atau di gereja anda.

Saya ingin membagikan kepada anda, apa yang saya dapatkan selama tujuh tahun, sebelum kegerakan besar terjadi di Brownsville.

Sebelum Allah melawat kami pada tahun 1995, saya telah jadi lelah dengan tipe yang begitu sering membanjiri gereja kami.

Saya sudah capek mengunjungi kegerakan-kegerakan yang direkayasa, yang dibentuk dari kebaktian-kebak­tian yang ditata rapi, yang lebih banyak bergantung pada kemam­puan untuk mempengaruhi orang, daripada urapan Allah yang hanya bisa dilahirkan dari doa dan erang­an.

Pada tahun-tahun di mana saya mengalami kelaparan spiritual itulah, Allah membuka mata saya untuk melihat, mengapa langit telah ber­ubah menjadi tembaga, dan menga­pa kebangunan rohani kelihatannya begitu jauh.

la memakai tahun-ta­hun yang banyak ini untuk menga­jar saya bagaimana berdoa dengan lebih effektif. Jemaat saya ikut serta dalam perjalanan rohani ini dengan doa syafaat.

Saya dapat menga­takan saat ini dengan sukacita yang besar, bahwa perjalanan doa kami ini mempunyai tempat tujuan akhir yang luar biasa indahnya !

Kebe­naran-kebenaran yang saya peroleh tentang doa dan langit tembaga telah menjadi dasar dari kegerakan dan pengertian baru tentang kabod Allah, yang berarti kemuliaan-Nya.

Apa yang saya bagikan ini telah diuji di laboratorium kehidupan yang nyata. Itu dijelaskan oleh bu­ah-buah, pengalaman-pengalaman, dan pendalaman-pendalaman yang telah kami terima, sejak Allah secara ajaib melawat jemaat kami sejak 21 bulan yang lalu.

Saudaraku, Allah itu tidak me­mandang bulu. Kalau nubuatan yang disampaikan oleh Dr. David Yonggi Cho beberapa tahun yang lalu itu benar, kegerakan ini yang dimulai di Pensacola, akan menjalar ke Pantai Timur, lalu melintasi da­ratan Amerika menuju ke Pantai Barat, dan kita akan melihat pen­curahan dari Roh Allah yang mele­bihi apa yang pernah terjadi sebe­lumnya.

Saya yakin bahwa anda, dan setiap orang percaya yang rindu akan sesuatu yang lebih dari Allah, mempunyai bagian yang dimainkan dalam kebangunan yang besar dari Allah ini.

Saya harus memberitahu anda dari awal, bahwa kebangunan roha­ni itu hanya datang dari Allah. Ini bukan hasil dari suatu program, atau sistim, atau rumus. Bahkan doa dan puasa hanya bisa mempersiapkan tanahnya.

Hanya Tuhan yang em­punya tuaian yang menentukan, ka­pan dan bagaimana la akan datang. Tetapi kita tahu, bahwa la suka untuk menjumpai orang-orang yang mencari Dia.

Artikel ini dengan sederhana menjelaskan, bagaimana kami mencari Dia dan apa yang kami dapatkan tentang doa. Biarlah Allah memberkati anda dengan limpahnya, dengan kepe­nuhan dari Roh Kudus-Nya, semen­tara anda mencari Dia dengan hati, jiwa dan kekuatan anda. Kuatkan hati anda ! Kegerakan sedang menu­ju ke tempat anda.

 

Dari “When the Heavens Are Brass.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>