PEMBANGUNAN BAIT ALLAH

 

2012-634646513744487313-448Disana, di Kota tua Yerusalem, berdiri megah dua Masjid terkenal. Pertama, Dome of the Rock. Dome artinya kubah. Rock – batu karang – berada tepat di bawah kubah yang berlapis emas itu, dengan bangunan segi delapannya.

Kedua, Masjid al Aqsha (baca : Masjidil Aqsho) dengan kubah berwarna hitam. Keduanya berdiri hampir berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Lalu, kalau Bait Allah Israel akan dibangun kembali – Bait Allah ke 3 – akan dibangun disebelah mana ?

Ada beberapa berita yang bersifat profokatif. Antara lain, Masjid al Aqsha akan dirobohkan, agar Bait Allah umat Israel bisa dibangun kembali. Berita provokatif lainnya, batu karang yang tepat ada di bawah kubah emas Dome of the Rock, sebenarnya adalah Ruang Maha Kudus dari Bait Allah pertama yang dulu dibangun oleh raja Salomo (Sulaiman). Lalu, bagaimana jalan keluarnya ?

Saudaraku, berita terakhir yang paling bisa dipercaya (paling mendekati) adalah, Bait Allah (ke 3) Umat Israel itu akan dibangun dekat Masjid al Aqsha, dalam jarak 100 atau 200 meter.

Bagaimana kebenarannya, nanti sejarah yang akan membuktikannya.

 

 BAIT ALLAH YANG PERTAMA.

Bait Allah yang pertama dibangun oleh Raja Salomo (Sulaiman), putera raja Daud, pada tahun 950 SM. Bait Allah itu dibangun diatas tanah milik Ornan Aruna, orang Yebus, di Yerusalem, di bukit Zion. Tanah itu dibeli oleh raja Daud (1 Raj. 24:18-25 & 1 Taw. 22:1). Menurut ‘Hukum Perang’ di zaman itu, siapa yang menjadi pemenang, dialah yang berhak penuh atas semua yang dimiliki oleh si pecundang yang kalah perang. Jadi palaceosebenarnya, tanah Ornan Arauna itu ada dalam wilayah kekuasaan sang pemenang, yaitu Daud / bangsa Israel. Namun Daud rupanya tidak mau memanfaatkan ‘Hukum Perang’ itu. Ia memutuskan untuk membelinya dan harganya sudah disepakati, yaitu 50 syikal perak. Sebenarnya di dalam peristiwa ini terkandung dua makna penting. Yang pertama, angka 50 berbicara tentang Tahun Yobel, yaitu tahun pembebasan atau pelepasan, yang terjadi setiap 50 tahun sekali (Im. 25:10). Yang kedua, tanah itu telah dibeli dengan harga tunai dengan uang perak. Dalam arti rohani, emas berbicara tentang kemuliaan untuk (Allah) Bapa. Sedang perak berbicara tentang karya penebusan yang dilakukan Sang Putera, Yesus Krsitus. Ketika merenungkan hal ini, tiada habis-habisnya rasa kagum dan sanjungan bagi Allah, Tuhan yang luar biasa itu. Bait Allah tersebut dibangun sepanjang 7 tahun (I Raj. 6:37,38). Ketika selesai dan ditahbiskan. Kemuliaan Allah turun, sehingga Imam-Imam yang sedang bertugas tidak tahan berdiri (II Taw. 5:13,14).

Betapa Daud merindukan Bait Allah didirikan. Ia melakukan persiapan dengan mengumpulkan bahan yang dibutuhkan. Namun Allah menolak, karena “Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku.” (I Taw. 22:8).

Bait Allah adalah “Rumah Perdamaian” atau rumah Damai Sejahtera. Arti nama “Salomo” juga  damai (damai sejahtera). Bait Allah dibangun di Yerusalem. Yeru artinya “Berdasarkan” dan Salem artinya “Damai Sejahtera”. Jadi, selain menekankan pada kekudusan / kesucian, Bait Allah juga menekankan Damai. Dan arti yang paling dalam adalah, di sana, di Rumah Allah itulah, kita manusia …… diperdamaikan dengan Allah ! Disanalah kita mohon ampun atas segala salah dan dosa kita.

 

DOSA YANG MENAJISKAN.

“Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.” (I Raj. 11:4-8).

Sebagai hukumannya, timbullah pemberontakan dan perlawanan yang bersifat sporadis, pribadi dan suku. Namun karena dosa makin bertambah, akhirnya bangsa / kerajaan Israel dibelah jadi dua, 10 suku di utara dan 2 suku di selatan, yaitu Yehuda dan Benyamin. Akan tetapi hukuman itu ternyata tidak membuat bangsa Israel sadar dan bertobat. Tidak. Bahkan dosa makin bertambah, sehingga Allah serahkan 10 suku di utara kepada Salmanezar dan dibawa ke Samaria. Sedangkan 2 suku di selatan diserahkan Tuhan ke tangan Babel di bawah pimpinan Nebukadnezar. Namun bukan hanya itu saja. Dosa telah membuat Rumah Tuhan dinajiskan ! (II Taw. 36:14).

 

BAIT ALLAH DIHANCURKAN DAN DIBAKAR HABIS.

“Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan–semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya. Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.” (II Taw. 36:15-19).

baitsucidiyerusalemCatatan sejarah mendukung kebenaran Alkitab. Pada tahun 721 SM, bangsa Asyur menyerbu dan mengalahkan 10 suku Israel di utara. Sedangkan 2 suku di selatan diserbu kerajaan Babel dan dikalahkan pada tahun 605 SM, di zaman pemerintahan raja Yoyakim. Serangan kedua di tahun 597 SM. Dan setahun kemudian, yaitu pada tahun 596 SM, Bait Allah yang megah itu dihancurkan dan dibakar habis dan tembok Yerusalem dirobohkan (II Raj. 25:8,9 & II Taw. 36:18,19).

 

BAIT ALLAH YANG KEDUA.

Allah secara ajaib telah menjamah hati raja Koresh (Persia) di tahun 538 SM. Kurang lebih 50.000 orang Yahudi dibawah pimpinan Nehemia, Ezra dan Zerubabel, kembali ke Yerusalem. Mereka membangun kembali Tembok Yerusalem yang telah runtuh. Namun dengan demikian, nubuat nabi Yesaya telah digenapi (Yes. 44:28).

Banyak hal telah terjadi, hingga pembangunan kembali Bait Allah ini tidak selesai, tertunda sampai 15 tahun lamanya. Akhirnya, secara Ilahi, dorongan Allah lewat nabi Hagai (Hagai 2:10) dan secara manusiawi / politis lewat raja Darius, Bait Allah kedua dibangun kembali dan pada tahun 515 SM berhasil diselesaikan (Ezra 6:1-15).

Selama 200 tahun, Bait Allah yang kedua ini mengalami masa damai seperti yang didambakan. Sampai-sampai, tokoh Yahudi di masa itu mengungkapkan bahwa Allah memiliki Rumah Khusus (Bait Allah secara keseluruhan) dan memiliki Kamar Khusus (Ruang Maha Kudus). Dalam bahasa Ibrani, rumah adalah Bait atau Bet. Sedang Allah “Tunggal yang jamak” disebut Elohim. Oleh sebab itu sering disebut Bet – El (di Indonesiakan Betel). Kata yang lain dalam bahasa Ibrani adalah Mishkan yang berarti tempat tinggal, dan satu lagi Hekal, artinya rumah besar. Sedang dalam bahasa Latin disebut Templum, diadopsi dalam bahasa Inggris Temple. Bait Allah berbeda dengan rumah ibadat (Sinagoge).

Perkakas dalam Bait Allah yang terpenting adalah Tabut Allah atau Tabut Perjanjian, diletakkan di Ruang Maha Kudus. Mengapa yang terpenting? Karena Tabut Allah merupakan lambang kehadiran Allah. Kehadiran Ilahi adalah Shekinah. Dalam bahasa Inggris, kata Glory artinya mulia / kemuliaan. Oleh sebab itu banyak orang menyebut “Shekinah Glory” yang berarti “Kehadiran Allah nan penuh kemuliaan.”

Dengan kata lain, hal yang paling penting bagi Bait Allah adalah “Shekinah Glory”. Maksudnya, kehadiran Allah yang penuh kemuliaan itulah yang membuat Bait Allah menjadi satu tempat, rumah atau bangunan yang utama. Tanpa “Shekinah Glory”, Bait Allah adalah bangunan atau tempat biasa, yang tiada bedanya dengan bangunan-bangunan lain di dunia ini. Shekinah Glory, kehadirannya muncul dalam bentuk “Miqdash” (Tempat Kudus, Kel. 25:8), yang kemudian disebut Tabernakel.

Ada perbedaan yang perlu kita ketahui, yaitu perbedaan antara Tabernakel dan Bait Allah. Tabernakel adalah Tempat Ibadah yang dapat dipindah-pindah (bongkar pasang). Bait Allah adalah Tempat Ibadah yang permanen, yang tidak dapat dipindah-pindah.

Miqdash atau Tabernakel ada di beberapa tempat, seperti Silo, Betel, Gilgal, Mizpa dan Hebron. Naun, di antara semuanya yang paling diutamakan adalah Bait Allah di Yerusalem. Bagi umat Israel, gagasan untuk membuat rumah Tuhan sudah dimulai dan tersirat di zaman nabi Musa (Kel. 15:17) yang baru terwujud pada zaman raja Salomo / Sulaiman. Di samping merupakan lambang kehadiran Allah, Bait Allah juga disebut Rumah Doa (II Taw. 3:1). Pada waktu Tuhan Yesus marah dan menjungkir balikkan segala bentuk perdagangan di sana, Tuhan Yesus berseru : “Ada tertulis, Rumah-Ku adalah rumah doa. Tapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk. 19:45,46).

 

BAIT ALLAH DINAJISKAN.

Menurut Dokumen Non Kanonis (Dokumen yang diakui kebenaran dan keabsahannya, tetapi tidak menjadi bagian dari Alkitab), pencemaran / penajisan Bait Allah justru dimulai dan dilakukan oleh para Imam Besar dan Imam-Imam Kepala. Sejak zaman penjajahan Persia (sekarang Iran), kekuasaan para Imam tersebut telah memasuki wilayah kekuasaan negara dan politik, dimana seharusnya, para Imam ‘wilayah kekuasaannya’ hanyalah di bidang Agama / kerohanian. Di sinilah pencemaran Bait Allah mulai terjadi. Persaingan di bidang politik telah melahirkan tindakan-tindakan yang kejam dan licik, yang pada akhirnya makin menajiskan Bait Allah. Kondisi seperti ini terus berjalan sampai runtuhnya kekuasaan Persia dan diganti oleh kekuasaan Yunani, baik zaman Alexander the Great sampai ketika kekuasaan terbagi pada keempat jendralnya, terutama Ptolomeus dan Seleucus.

Imam-Imam Yahudi akhirnya terbagi dalam 2 kelompok. Yang pertama kelompok Ortodoks. Yang kedua disebut kelompok Hellenis. Kelompok Ortodoks tetap fanatik dengan Hukum Taurat dan nabi Musa. Sedang kelompok Hellenis menyepakati penyembahan berhala, terutama di bawah pengaruh dan tekanan Antiochus Ephipanes (Antiochus IV).

Di masa inilah perselisihan makin meruncing dan makin menghebat. Puncak penajisan yang dilakukan oleh Antiochus Ephipanes IV adalah, ketika ia menyembelih induk babi yang sangat besar sebagai “korban persembahan”. Kita semua tahu, bahwa babi adalah binatang haram bagi orang Yahudi, sesuai Hukum Taurat.

 

HANUKKAH DAN YUDAS MACCABEE.

Kekejaman terhadap orang Yahudi makin meningkat. Mereka dipaksa makan daging babi, memberikan persembahan kepada berhala dan mendirikan patung berhala di Ruang Maha Kudus. Padahal, Ruang Maha Kudus adalah tempat khusus, di mana Tabut Allah seharusnya ada di sana. Imam Mattathias, kelompok Imam Ortodoks memulai pemberontakan bersama anaknya, Yudas Maccabee.

Perjuangan mereka berhasil. Pada tahun 164 SM, Yudak Maccabee membebaskan Yerusalem dan menyucikan Bait Allah. Korban-korban persembahan dimulai lagi. Hari kemenangan itu dirayakan sebagai hari Hanukkah, atau Hari Raya Penahbisan. Bahkan di zaman Yesus Kristus hidup di dunia, perayaan itu masih dilakukan (Yoh. 10:22).

 

JENDRAL POMPEY DARI IMPERIUM ROMAWI.

Sepanjang 101 tahun berlangsung dengan aman, sampai ketika Jendral Romawi yang bernama Pompey menaklukkan Yerusalem (35 SM). Ketika jendral ini akan memasuki Bait Allah, ratusan, bahkan ribuan orang Yahudi berlutut di depan sang jendral, agar ia tidak menajiskan Bait Allah. Namun hal itu justru membuat Pompey penasaran. Pikirnya : “Ada apa di dalam Bait Allah ini?” Ia meneruskan langkahnya, memasuki halaman, Ruang Kudus, merobek Tirai Bait Allah dan memasuki Ruang Maha Kudus ! Pompey terbengong-bengong. Ternyata Bait Allah kosong. Tidak ada alat perkakas dari emas ataupun perak di dalamnya. Kosong, Bait Allah kosong !

 

RAJA HERODES.

Imperium Roma kemudian menempatkan raja Herodes untuk memerintah di wilayah Yudea. Raja-raja dinasti Herodes memerintah sepanjang 100 tahun.

Di tahun 23 SM, Herdes mengambil hati orang Yahudi dengan rencana merenovasi Bait Allah, yang akhirnya terlaksana pada tahun 19 SM.

Renovasi Bait Allah berjalan selama 10 tahun, baru ditahbiskan. Namun detailnya terus berlanjut sampai 75 tahun berikutnya.

Proyek ini termasuk “Tembok Ratapan” yang ada sampai saat ini.

Bait Allah ‘hasil karya’ Herodes ini 2x lipat Bait Allah yang dibangun oleh Zerubabel. Lebih lebar, lebh luas dan lebih mewah. Banyak ruangan dan ada loteng dan taman-taman. Juga didirikan bangunan-bangunan untuk para pembesar Romawi, seperti Pontius Pilatus.

Dari satu sisi, raja Herodes ingin mengambl hati orang Yahudi yang fanatik dengan agama mereka. Namun dari sisi lain, raja Herodes juga ingin membuktikan kesetiaannya pada Kaizar Roma.

Herodes akhirnya terjebak pada konflik kepentingan yang rumit. Antara lain, konflik tersebut diwujudkan dengan membuat patung burung Rajawali di depan pintu gerbang Bait Allah.

Di satu sisi, menurut Hukum Taurat, dilarang membuat patung dalam bentuk apapun, apalagi di dalam Bait Allah (Kel. 20:4). Namun di sisi lain, burung Rajawali merupakan lambang dari kejayaan dan kegagahan Romawi.

Para pembaca yang budiman, pada akhirnya, Bait Allah kedua itu bukan lagi Bait Allah yang dibangun oleh Zerubabel, sesuai kehendak Allah. Bait Allah yang direnovasi tersebut lebih tepat disebut “Bait ‘allah’ Herodes”.

Josephus, seorang ahli sejarah di masa itu menyebutkan, bahwa Bait ‘allah’ Herodes itu dibuat dari marmer berlapis emas, bangunan yang sangat indah, hingga para murid Yesus pun sangat membanggakannya (Mat. 24:1 ; Luk. 21:5).

 

 KONFLIK DI ZAMAN DINASTI RAJA-RAJA HERODES.

Waktu terus berjalan. Konflik tak dapat dihindarkan lagi. Orang-orang Yahudi yang fanatik menghancurkan patung burung Rajawali yang ‘bertengger’ di Pintu gerbang Bait Allah. Kelompok ekstrim Yahudi yang terkenal adalah Sicari-i dan Zelotish. Raja Herodes marah besar dan melakukan tindakan keras dan kejam bagi para ‘ekstrimis’ Yahudi itu. Namun tak lama sesudah itu Herodes mati dalam satu penderitaan luar biasa. Sekedar untuk diketahui (agar tidak membingungkan), bahwa dinasti / keturunan raja-raja Herodes berjalan sekitar 100 tahun, kesemuanya memakai nama Herodes. Herodes Agung 37 – 4 SM (saat Yesus lahir di Betlehem); Herodes Arkhelaus, pemerintahannya singkat, karena ia dipecat (4 SM – 6 M); Herodes Antipas, yang membunuh Yohanes Pembaptis (4 M – 39 M); dan Herodes Agripa I (41 – 44 M). Dia inilah yang memerintahkan pembunuhan terhadap rasul Yakobus dan memenjarakan rasul Petrus. Anaknya, dinasti terakhir raja-raja Herodes, bernama Herodes Agripa II (Kisah Para Rasul pasal 25 & 26). Demikianlah urutan Dinasti raja-raja Herodes.

 

CALIGULA, NERO, VESPASIAN DAN TITUS.

Gayus Caligula (40 – 41 M) kaizar Romawi yang sangat kejam itu memberikan perintah, agar patung dirinya diletakkan dalam Ruang Maha Kudus di Bait Allah. Tantangan besar terjadi. Dan sebelum hal itu terlaksana, Caligula mati terbunuh. Kegigihan perlawanan dari fanatisme agama dan rasa patriotisme orang Yahudi makin menjadi-jadi. Mereka mengabaikan apa yang disampaikan oleh Yesus Kristus : “Berikanlah kepada kaizar apa yang wajib kamu berikan pada kaizar ……” (Mat. 22:21).

Karena persembahan kepada kaizar dihentikan, membuat kaizar Nero (pengganti Gayus Caligula) menjadi sangat marah. Apalagi disusul dengan kegagalan Legion 10 dari pasukan Romawi dalam upaya menguasai Bukit Bait Allah.

Kaizar Nero memerintahkan komandan tempur terbaik dari Imperium Romawi saat itu, Vespasian, memimpin legion terbaik untuk menghabisi pemberontakan Yahudi dengan menghalalkan segala cara.

Di tahun 69 M, seluruh wilayah Yudea telah diambil alih, kecuali Yerusalem. Kaizar Nero mati sebelum sempat melihat runtuhnya tembok Yerusalem. Vespapian menggantikannya. Dan sebagai kaizar, Vespasian tidak mungkin meninggalkan Roma untuk memimpin penyerangan ke Yerusalem. Ia menunjuk jendral Titus, puteranya sendiri, untuk menggantikan posisi tersebut.

 

BAIT ALLAH KEDUA DIHANCURKAN DAN DIBAKAR HABIS.

kehancuran yerusalemPasukan jendral Titus mengadakan pengepungan terhadap Yerusalem, sepanjang satu tahun penuh. Kelaparan luar biasa terjadi. Josephus mencatat, bahwa ada ibu-ibu muda yang merebus anaknya yang masih bayi untuk dimakan. Nampaknya, apa yang terjadi di masa lalu, ketika raja Benhadad dari Aram mengepung Samaria, terulang kembali, yaitu ibu yang tega memakan anak kandungnya sendiri (II Raj. 6:24-29).

Akhirnya, pada tahun 70 M. Yerusalem digempur dan diruntuhkan. Bait Allah dihancurkan dan dibakar. Saat itu, jendral Titus sudah mundur, tapi pasukannya terus menyerbu. Sejumlah 600.000 mayat orang Yahudi dilempar ke lembah-lembah di selatan kota Yerusalem, yaitu lembah Kidron dan Ben Hinom.

 

YANG LAIN TERCERAI BERAI KE DALAM ± 100 NEGARA.

Ketika api sedang berkobar, seorang prajurit melihat ‘sesuatu’ dan berteriak : “Emas … emas … emas …” Benar, emas sedang meleleh. Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus peralatannya dilapisi emas murni (yang pasti, Tabut Allah saat itu sudah tidak ada). Akhirnya, para prajurit Romawi, dengan memakai tombak dan peralatan lainnya, mulai mencungkil batu demi batu, demi mendapatkan emas yang meleleh. Tanpa sadar, mereka sedang menggenapkan nubuat yang disampaikan Yesus Kristus :

“Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” (Mat. 24:2).

 

 SEBUAH RENUNGAN.

Kita sudah sama-sama melihat, Bait Allah kedua telah dicemari dan dinajiskan oleh dosa. Berhala, kelicikan dan kekejaman intrik-intrik politik, keserakahan / tamak ambisius jabatan / kedudukan, dll

Akibatnya, “Shekinah Glory” sudah tiada lagi dalam Bait Allah. Bahkan Bait Allah kedua yang dibangun oleh Zerubabel sesuai kehendak Allah, telah direnovasi menjadi Bait ‘allah’ Herodes !

Dihancurkan dan dibakarnya Bait Allah adalah sesuatu yang sangat tragis dan ‘ironis’. Mengapa? Karena Bait Allah (Bet – El) dibangun dengan / atas nama TUHAN, Allah Yahwe / Yehova (I Raj. 8:19,43). Alah di atas segala Allah !

Bangsa Yahudi dicerai beraikan ke dalam ± 100 negara, termasuk ke Rusia, Rumania, dll. Pertanyaannya adalah : Akankah Bait Allah dibangun kembali? Bila jawabannya “ya”, hal itu berarti Bait Allah yang ketiga.

Apabila Bait Allah yang ketiga akan dibangun, ada beberapa kendala yang belum / harus diatasi. Kendala-kendala itu terutama adalah, pertama : Tempat lokasi Bait Allah itu akan dibangun. Mengapa? Di sana berdiri Masjid Al Aqsa, tempat ibadah’ketiga’ bagi umat Islam. Juga ada Dome of the Rock. Benturan dari fanatisme agama jelas tak dapat dihindari. Kedua : Dimanakah Tabut Allah / Tabut Perjanjian itu berada? Sebab, tanpa Tabut Allah, Bait Allah tiada artinya. Sekali lagi, karena Tabut Perjanjian adalah lambang dari kehadiran Allah yang penuh kemuliaan dan penuh kekudusan (Shekinah Glory). Ketiga : Masalah keberadaan lembu merah. Pentahiran Bait Allah mutlak memerlukan lembu merah dalam prosesi / ceremonial pentahbisan (Bil. 19:1-10).

 

DASAR KEYAKINAN ALKITABIAHNYA.

Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.” (Dan. 9:27).

Korban sembelihan dan korban santapan hanya dapat dilakukan secara resmi di (halaman) Bait Allah. Jadi, logika yang paling sederhana adalah, bahwa Antikris melakukan penghentian korban, setelah Bait Allah dibangun kembali. Namun, ada ayat yang lebih jelas lagi. Mari kita simak bersama.

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” (II Tes. 2:3,4).

Mari kita perhatikan ayat ini :

“Bahkan ia duduk di bait Allah dan menyatakan diri sebagai Allah.” (II Tes. 2:4).

Bagaimana Antikris tu bisa duduk di Bait Allah, bila Bait Allahnya tidak ada? Jadi, melalui kedua ayat tadi, kita mendapat petunjuk yang cukup jelas, bahwa Bait Allah akan ada lagi di ujung Akhir Zaman. Hanya, ironisnya, Bet – El itu seakan-akan ‘dibangun untuk dinajiskan’ lagi untuk kesekian kalinya ! Sekarang, kita renungkan bersama … mungkinkah semua itu akan terjadi? Prinsip yang tetap kita pegang adalah … “Banyak yang mustahil bagi manusia, tapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Di samping itu, tahukah anda, apa dan bagaimana persiapan pembangunan Bait Allah yang ketiga ini?

 

MEMPERSIAPKAN PARA IMAM.

“Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku.” (Bil. 8:14).

Kemudian dari suku Lewi itu, Harun, kakak kandung Musa, dipilih jadi Imam Besar dan anak-anaknya jadi Imam (Keluaran pasal 29 & 30).

Kemudian, di zaman Daud, terjadi suatu musibah, karena Tabut Allah tidak dipikul orang Lewi, sebagaimana seharusnya menurut Hukum Taurat (Ul. 10:8). Akibatnya, Uza mati (II Sam. 6:1-7). Belajar dari pengalaman ini, orang Yahudi / Israel sangat berhati-hati dalam menangani atau bertugas di Bait Allah.

Orang Yahudi secara teliti memeriksa silsilah, untuk mencari keturunan Imam-Imam, yang mereka sebut Cohanim. Cohen (Imam) = tunggal, Cohanim = jamak. Mereka mendirikan Yeshiva (Sekolah Agama) khusus untuk mempersiapkan para petugas Bait Allah yang akan datang. Salah satu diantaranya adalah Ataret Cohanim. Juga Institute for Talmudic Commentaries, yang dipimpin oleh Rabi Nahman Kahane. Secara  jujur, Rabi Kahane ini mengakui, betapa sulitnya melacak keturunan suku Lewi / Imam yang sesungguhnya.

Perjalanan waktu yang hampir 2000 tahun, membuat banyak kemungkinan terjadinya perkawinan campuran (asimilasi), dsb. Namun, karena hal itu adalah tuntutan Hukum Taurat yang tidak dapat dibuat tawar menawar,maka persiapan tentang keimaman tetap harus dijalankan.

 

PERSIAPAN PERKAKAS BAIT ALLAH.

Institut Bait Allah didirikan pada tahun 1988 oleh Rabi Israel Ariel (pada tahun itu berusia 52 tahun). Peralatan Bat Allah jumlah seluruhnya adalah 103 macam. Pada saat ini, seluruh peralatan tersebut sudah selesai dibuat dan siap pakai.

 

menorahPerkakas Bait Allah antara lain adalah Mahkota dari emas untuk Imam Besar, jubah para Imam, Kaki Dian atau Pelita Emas, Ikat Pinggang, dll. Harga pembuatan Menorah (Kaki Dian) saja lebih dari $ 10 juta! Oleh sebab itu, anda dapat membayangkan, betapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan perlengkapan perkakas Bait Allah. Menorah … mengapa begitu mahal biayanya? Sebab Menorah dibuat dari 94,6 pound emas murni, atau lebih dari 47 kg emas murni !

Pada tanggal 8 Oktober 1989, institut Bait Allah telah menjadi sponsor untuk menyelenggarakan suatu pertemuan penting, dengan mengundang para ahli Arkeologi, para Rabi (guru agama) Yahudi, dll. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan manfaat dan penggunaan peralatan Bait Allah tersebut. Alat-alat tersebut dipersiapkan untuk 200 orang yang sedang ditraining menjadi Imam-Imam (Cohanim) yang akan bertugas pada saat Bait Allah selesai dibangun. Namun, disamping 200 orang tersebut, saat ini sudah dipersiapkan dalam komputer, ribuan nama para calon Imam-Imam. Hal itu disampaikan oleh Rabi Nehman Kahane, pemimpin dari Institute of Talmudic Commentaries, yang terletak di ‘Kota Tua’ Yerusalem.

 

 BAHAN-BAHAN UNTUK BANGUNAN FISIK BAIT ALLAH.

Sebuah Batu Penjuru seberat 4 ton sudah dipersiapkan, tanpa memakai peralatan yang terbuat dari besi. Sedang untuk fondasi Bait Allah, dipersiapkan batu yang diharapkan cukup kuat bila terjadi gempa bumi. Batu itu seberat 458 ton ! Sedangkan khusus untuk fondasi Ruang Maha Kudus, sudah tersedia Batu Karang besar. Kayu, kain sutrera, dsb, dipersiapkan secara teliti dan dalam jumlah yang lebih dari cukup. Hal ini seperti yang terjadi di zaman raja Daud, ketika bahan-bahan untuk pembagunan Bait Allah yang pertama dipersiapkan (I Taw. 22:1-5).

Disamping itu ada sesuatu yang bersifat khusus, yang patut kita simak bersama. Apakah itu?

SIPUT SIGULIT.

 271482683758030603_LjlLh6XC_bTUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu.” (Bil. 15:37-40).

Jumbai-jumbai puncak baju para Imam diberi ‘benang ungu kebiru-biruan’ (Ibrani : Techelet). Banyak orang tidak mengerti, dari bahan apa benang tersebut dibuat. Akhirnya kita tahu lewat Rabi Kepala Isaac Herzog yang menyampaikan tentang hal ini. Bahwa benang tersebut dibuat dari sejenis siput yang disebut Siput Sigulit. Siput ini termasuk jenis binatang langka. Kain sutera yang sudah dicelup dengan warna ungu kebiru-biruan dari Siput Sigulit ini, harganya perkilogram lebih dari 192.000 US Dollar (Rp. 2 miliar). Biasanya, (secara berkala) pada setiap 70 tahun sekali, Siput Sigulit muncul dalam jumlah besar. Namun selama hampir 2000 tahun siput jenis ini ‘lenyap’. Akan tetapi, pada akhir Oktober 1990 yang lalu, siput jenis ini dijumpai di pantai Mediteran (Laut Tengah, Israel), dalam jumlah sangat banyak. Oleh sebab itu, sejumlah pakar Eskatologimengatakan, bahwa munculnya Siput Sigulit adalah juga merupakan salah satu tanda, bahwa kita sekarang telah berada di ujung Akhir Zaman.

 

KECAPI / HARPA MESIANIK.

Kecapi adalah alat musik dengan 10 senar, yang dimainkan oleh Daud saat ia menyembah Tuhan. Sebagian orang menyebutnya Harpa (I Sam. 16:16,23).

harpa_finalHarpa / Kecapi ini bukan hanya dimainkan oleh Daud saja, tapi juga oleh Imam-Imam / orang Lewi. Catatan sejarah yang cukup akurat memberikan data, bahwa selama Bait Allah yang pertama sampai dengan Bait Allah yang kedua, ada 38.000 pemain musik (dari suku Lewi) dan kurang lebih 50%nya menggunakan alat ini. Uniknya, ada lagu-lagu instrumentalia yang hanya diajarkan secara turun temurun, dari ayah kepada anak dan tidak diajarkan kepada orang lain. Setelah penghancuran Bait Allah kedua (70 M) sampai tahun 1990, lagu-lagu instrumentalia tersebut seakan-akan ditelan bumi atau seperti tenggelam di dasar samudera. Namun saat ini kecapi / harpa tersebut sudah dibuat lagi. Lagu-lagu instrumentalia sedang mulai diajarkan kembali. Hal ini merupakan suatu gejala yang sama langkanya dengan Siput Sigulit tadi. Mengapa setelah ‘menghilang’ hampir 2000 tahun, kini koq muncul lagi? Ada nubuat dalam Kitab Talmud, bahwa apabila “Harpa / Kecapi Daud” dimunculkan lagi beserta lagu-lagu spesifiknya, hal itu merupakan tanda, bahwa kedatangan Sang Mesias sudah dekat. Oleh sebab itu, alat tersebut diberi istilah Kecapi / Harpa Mesianik.

Namun, masih ada yang menjadi kendala besar agar pembangunan Bait Allah III di Yerusalem dapat terlaksana. Apa-apa saja kendala besar itu? Mari kita perhatikan bersama.

TABUT ALLAH.

Tabut Allah Tabut Allah atau Tabut Perjanjian adalah alat terpe nting dari seluruh perkakas Bait Allah. Pertanyaannya adalah, dimanakah Tabut Allah itu sekarang berada?

Ada beberapa teori tentang misteri ‘lenyap’nya Tabut Allah ini. Mana yang benar? Sebab, Bait Allah tanpa Tabut Perjanjian tidak ada artinya. Misteri Tabut Allah, bila Tuhan berkenan, kita akan bahas dalam artikel tersendiri.

 

LEMBU BETINA MERAH.

lembu-betina-berwarna-merah-300x208.gif Pentahiran menurut Hukum Taurat harus dengan air yang dicampur dengan abu Lembu betina Merah yang dibakar habis (Bil. 19:1-10). Lembu Betina Merah, selama hampir 2000 tahun ‘lenyap’. Beberapa tahun terakhir ini Lembu Merah mulai muncul kembali. Hal itu membuat masyarakat Yahudi berdebar-debar. Sama seperti Siput Sigulit, Harpa / Kecapi Mesianik dan juga Lembu Merah, semuanya juga sama-sama menghilang selama hampir 2000 tahun. Tapi saat ini, mengapa ‘mereka’ secara tiba-tiba muncul dalam waktu yang hampir bersamaan?

Institut Bait Allah meyakini, bahwa Lembu Merah yang ada di peternakan Rev. Clyde Lott, Missisippi, USA, telah memenuhi syarebuild_the_temple16rat. Rabi Richman bahkan dengan bangga memperlihatkan Lembu Merah tersebut dengan jalan ‘foto bersama’ lembu kebanggaannya itu. Jelas lembu merah ini jadi kebanggaan, karena telah muncul setelah sepanjang hampir 2000 tahun ‘lenyap’ ……!

 

LOKASI BAIT ALLAH.

2012-634646513744487313-448Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa lokasi Bait Allah yang pertama maupun yang kedua, adalah di tanah milik Ornan Arauna, orang Yebus di Yerusalem. Setelah hampir 2000 tahun tanah itu menjadi tanah kosong atau ‘daerah tak bertuan’, terjadi banyak masalah dan bahkan peperangan, sehingga bila dipandang dari sudut politik, akan menimbulkan perdebatan panjang.

Deklarasi atau “Perjanjian Balfour” yang dimotori oleh Inggris pada akhirnya mendorong gerakan Zionisme, gerakan kembali ke Bukit Zion. Fakta sejarah berbicara, bahwa Masjid Al Aqsa telah berdiri megah di wilayah tanah milik Ornan Arauna yang telah dibeli oleh (raja) Daud dengan harga 50 syikal perak. Bila benar demikian, maka hal ini menjadi masalah agama yang besar dan sangat serius. Maka, tak dapat disangkal lagi, hal ini akan menjadi kendala besar, yang mungkin bahkan paling besar dan paling rumit dan sangat sulit untuk diselesaikan. Jadi, bagaimana? Masihkah ada jalan keluar?

 

BEBERAPA ISTILAH

Bhs. Ibrani,  Bait, Bet, rumah. El = Elohim, nama Allah. Jadi Betel artinya Rumah Allah. Miskan, tempat tinggal, Hekal rumah besar, Migdash, tempat kudus, Sedangkan perbedaan antara Tabernakel dengan Bait Allah adalah, kalau (Bahasa Latin, Templum, Ing. Temple) Tabernakel, bongkar pasang, pindah-pindah. Kalau Bait  Allah,  sudah  permanen.

 

Persiapan pembangunan beli harga tunai sebidang tanah

( 2 Sam. 24:18-25 ; 1 Taw. 21:21-25 )

Di tanah Ornan Arauna, di bukit Zion, wil. Yudea. Penggirikan,  50  syikal. Semua, 600 syikal emas. ( ± Rp. 240 juta ).

 

Bait Allah yang pertama ( 1 Raja-Raja 6 : 1 )

Dibangun raja Salomo. Th. 950 SM,  Bait Allah berhasil  diselesaikan, selama  7 th  lamanya.

Karena Israel jatuh dalam dosa Bait Allah (1) dihancurkan

( 2 Raj. 28 : 8, 9 ; 2 Taw. 36 : 18, 19 )

Diserang berturut-turut 3x, di th. 721, 597 & 596 (SM). 10 suku di utara oleh Asyur, sdh kalah pada  th. 721 SM.

Bait Allah ke 2 dibangun kembali ( Ezra 6 : 1 – 15 )

Dimulai zaman raja Koresh, th 538 SM.  Tertunda 15 th. Selesai  zaman  raja Darius, 515 SM, Zerubabel  &  Ezra.

Israel kembali berdosa Bait Allah (2) dinajiskan

Imam Ortodoks fanatik, setia. Halanis, jatuh dlm dosa politik. Antiochus Ephipanes IV, potong induk  babi  di  dalam  Bait Allah.

Benarkah, mungkinkah Bait Allah dibangun kembali

( 2 Tesalonika 2 : 3, 4 )

“Bahkan ia (Antikris) duduk di Bait Allah dan mau (akan) menyatakan  diri  sbg allah.”

 Nubuat Firman Allah Antikris akan duduk di Bait Allah.

( 2 Tesalonika 2 : 3, 4 )

Jadi, berdasar ayat tersebut, Bait Allah pasti akan dibangun lagi, yaitu di Ujung Akhir Zaman.

Penantian lama penuh misteri  sejak tahun 70 (masehi).

Sampai hari ini (th. 2012 – 70), sdh 1924 tahun. Amat mungkin Bait Allah (ke 3)  dibangun lagi pada  tahun  2012 / 2013 ( ?! ).

Ateret Cohanim (Institut Bait Allah) dan Rabi Israel, Ariel, pendirinya.

Ateret Cohanim (Institut Bait Allah) dan Rabi Israel, Ariel, pendirinya.

2qveg69ut7

Batu Penjuru Seberat 4 Ton

Batu Penjuru Seberat 4 Ton

Kapan Pembangunan dimulai ? Menanti Perjanjian Damai.

PALESTINA – ISRAEL ( Daniel 9 : 27 )

Yang menjadi perantara, “Juru Damai”, ironisnya, dialah Antikris, utusan

khusus / anak emas Iblis.

Misteri Tabut Allah terbakar habis

Di zaman Nebukadnezar, Babel. Antiochus  Ephipanes  IV, disaat Pompey  atau  Jendral Titus (?!)

 Misteri Tabut Allah dibawah ke Etiopia

Di zaman ratu Syeba dari Etiopia dan disenbunyikan di ruang rahasia yang 9 lapis di bawah tanah. Tgl. 24 Mei 1991, dgn sandi “Oprerasi Salomo” 14.300 org Falasha (Yahudi – Etiopia) dari Addis Ababa, exodus ke Israel. Konon Tabut Allah dibawa pulang ke Israel. Mungkin benar, tapi hanya duplikatnya saja.

Misteri Tabut Allah Di dalam Terowongan di Yerusalem

Pasti dlm terowongan bawah tanah  di  Yerusalem.  Secara berulang-ulang diselamatkan. Berarti sekitar wilayah Yerusalem, dekat bekas tempat Bait Allah.

Ron Wyatt Penemu Tabut Allah

Ron Wyatt Penemu Tabut Allah

gambar4

RANGKUMAN.

 

Maket Bait Allah Ketiga

Maket Bait Allah Ketiga

Kita telah mempelajari dan menelusuri pembangunan Bait Allah yang pertama sampai kedua berikut penghancuran dan pembakarannya. Kemudian kerinduan kembali bangsa Israel / orang Yahudi untuk membangun kembali, menjadi Bait Allah yang ketiga. Namun, sejumlah pekerjaan besar harus dilaksanakan. Antara lain tentang mempersiapkan para Imam, membuat peralatan Bait Allah, dsb.

Akan tetapi, hal itu belum tiba pada akhir persiapan. Masih ada kendala-kendala besar. Antara lain tentang Lembu Merah, di mana Tabut Allah berada dan bagaimana dengan kemungkinan timbulnya benturan / perang besar-besaran, karena masalah politik dan fanatisme Agama. Akankah ‘mimpi’ orang Yahudi / bangsa Israel yang mendambakan dibangunnya kembali Bait Allah yang ketiga, dapat tercapai? Jawabannya : Ya, pasti, karena berdasar surat II Tes. 2:3,4 yang menyebutkan bahwa Antikris akan duduk di Bait Allah. Apabila Bait Allah tidak berhasil dibangun, di mana Antikris akan duduk?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>